MayJend TNI (purn) Ferry Tinggogoy
Kalau saya menilai, sebagai anggota TNI waktu itu, apa yang disampaikan oleh RA biasa-biasa saja: baik.
Tetapi kembali kesan itu sangat tergantung pada posisi kita. Yang saya maksudkan sebagai posisi kita: saya semenjak kecil dididik secara demokrasi, diberi kebebasan bertanya, berbicara dan menyatakan pendapat.
Yang berlaku di lembaga TNI dikaitkan dengan kondisi yang berlaku pada zaman Orde Baru itu, semuanya seolah-olah harus disetujui oleh komandan, harus sepaham dengan paham pimpinan negara. Ini sesuatu yang berbeda.
Namun saya secara pribadi dapat mengatakan: apa yang disampaikan RA berada pada jalur yang benar. Bahwa dalam koridor itu ada yang menyinggung barangkali kepentingan kita, bahwa RA juga dimanfaatkan oleh kepentingan politik Australia, itu wajar-wajar saja.
……..
Terus terang tidak saya lakukan. Saya dibesarkan dalam suasana keluarga yang demokratis. Langit itu terbuka.
Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kepentingan RI, maka kewajiban saya, sebagai komandan menjelaskan kepada anak buah saya, apa kepentingan kita, dan apa yang mereka dengarkan, di mana kecocokannya, dan di mana tidak sesuai. Itu yang saya lakukan pada waktu jadi komandan.
About the author
Mantan Wakil Ketua Komisi I DPR RI;
Mantan Atase Militer di Prancis dan Wakil Komandan Pasukan PBB – UNAMIC, di Kambodia








